- Sudah disebutkan sebelumnya bahwa ibadah haji yang kita kerjakan kali ini adalah haji tamattu' dimana kita lakukan umroh dulu baru berhaji
- Rukun umroh ada 3 hal yaitu Ihram, Thawaf, dan Sa'i
- Sedangkan tahallul adalah kewajiban
- Asal kita memenuhi rukun umroh ini sampai tahallul maka umroh kita sah, meskipun kita umroh hanya dengan niat ihram tanpa mengucapkan talbiyah, dzikir, atau do'a, hanya diam saja. Namun yang demikian umrohnya tidak afdhal karena tidak mengikuti sunnah rasul.
- Wanita yang saat di Madinah dia dapat haidh, maka dia tetap harus ihram ketika melewati miqat di Bir Ali. Namun jika sampai di Makkah haidhnya tidak bersih juga maka dia tidak boleh umroh. Wanita yang haidh ini dianjurkan mandi sebelum ihram tapi bukanlah merupakan mandi bersih ( mandi janabah ) tapi mandi hanya sekedar bersih-bersih saja.
- Wanita yang haidh ini tidak boleh menunda nunda ihram dengan alasan nanti saja jika haidhnya sudah bersih, jika sudah lewat miqot maka sudah harus berihram, jika tidak ini adalah pelanggaran dan akan dikenai denda ( potong kambing )
- Wanita yangg tidak bisa umroh karena haidh saat di Makkah jika haidhnya berhenti tanggal 8 dzulhijjah maka dia langsung melakukan haji tanpa umroh ( haji ifrad ) tapi jika sempat berhenti misal tanggal 6 dzulhijjah maka dia langsung mandi bersih, langsung thawaf dan sa'i tanpa perlu ambil miqot lagi
- Berwudlu bagi wanita yang kelihatan lengan atau kakinya oleh wanita lain maka ihramnya tidak batal asal jangan terlihat oleh lawan jenis
- Wanita yang haidh sebelum melakukan thawaf wada namun sudah melakukan thawaf ifadhah maka kewajiban thawaf wadanya itu menjadi gugur ( ini bagi yang sudah selesai umroh )
THAWAF
- Thawaf adalah berputar mengelilingi ka'bah. Dilakukan sebanyak 7 putaran. Putarannya melawan arah jarum jam.
- Thawaf yang dilakukan saat haji tamattu' pertama kali adalah thawaf umroh yang sekaligus thawaf qudum
- Thawaf dimulai dari sudut hajar aswad. Dengan membaca Allahu Akbar atau Bismillahi Allahu Akbar sambil memberi isyarat lambaian tangan.
- Satu putaran thawaf dihitung sejak lewat rukun hajar aswad dan kembali lagi ke rukun hajar aswad.
- Bagi laki-laki saat thawaf langsung melakukan idhthiba' yaitu menampakkan bahu kanan dan menutup bahu yang kiri. Hanya berlaku saat thawaf saja.
- Disunnahkan untuk 3 putaran pertama kita berlari-lari kecil sambil menggerakkan badan yang disebut dengan RAML. Dalam kondisi padat orang maka tidak usah memaksa diri untuk lari lari kecil
- Setiap melewati rukun yamani usahakan bisa menyentuh rukun tersebut jika tidak bisa menyentuh maka lewati saja tidak perlu kasih isyarat seperti pada rukun hajar aswad
- Tidak boleh thawaf melintasi Hijr Ismail karena itu termasuk bagian dalam ka'bah
- Sudut pada ka'bah yang boleh disentuh adalah rukun yamani dan rukun hajar aswad sedangkan 2 rukun yang lain tidak disentuh, demikian rasulullah mengajarkan dan 2 rukun yang lainnya itu bukanlah sudutnya ka'bah karena bentuk ka'bah aslinya adalah seperti huruf D kapital ( D besar ).
- Posisi ka'bah saat thawaf adalah disebelah kiri kita maka dilarang bagi kita untuk membelakangi atau berhadapan dengan ka'bah saat thawaf
- Tidak perlu melakukan do'a atau dzikir berjama'ah karena akan mengganggu konsentrasi ibadah jamaa'ah yang lainnya. Maka berdoa atau berdzikir sendiri2 saja. Allah Maha Mendengar
- Do'a yang dipanjatkan antara rukun yamani sampai rukun hajar aswad adalah do'a yang kita kenal sebagai do'a sapu jagat
- Sementara do'a dari mulai hajar aswad sampai rukun yamani adalah bebas saja, boleh do'a, boleh dzikir, atau membaca AlQur'an. Jadi tidak ada ketentuan bahwa putaran tertentu baca do'anya juga tertentu.
- Saat thawaf boleh kita mendatangi Multazam yaitu daerah sempit antara rukun hajar aswad sampai pintu ka'bah terdekat, mungkin pada putaran thawaf ke 6 atau terserah keberapa
Kita berdo'a sambil menempelkan badan kita disana. Di Multazam inilah tempat paling diijabahnya doa-doa
- Thawaf dalam kondisi suci ( tidak batal wudlu ), jika batal maka segera ambil wudlu dan mengulang putaran thawaf ke berapa saat batal wudlu tadi
- Saat thawaf jangan sibuk lihat kanan kiri atau ngobrol. Boleh bicara lain asal berguna, yang baik baik, dan seperlunya. Fokuslah pada do'a dan dzikir
- Setelah putaran ke 7 selesailah thawaf dan kain ihram sudah tidak lagi idhthiba'. Lalu kita pergi ke Maqam Ibrahim, membaca doa dan sunnahnya adalah sholat dibelakangnya.
Namun itu tidaklah mungkin saat ini makanya boleh sholat menjauh ke belakangnya atau disekitarnya atau dimana saja asal masih di masjid haram. yang penting niatnya adalah shalat 2 raka'at sesudah thawaf. Raka'at pertama baca surat Al KAFIRUN dan raka'at ke dua baca surat AL IKHLAS. Tidak ada do'a apapun lagi setelahnya
- Tidak ada sunnahnya untuk mengusap-usap bahkan sampai mencium maqam ibrahim
Selesai thawaf kita menuju tempat air zam zam. Minumlah air zam zam diiringi doa sebelumnya, lalu guyurkan juga ke kepala karena nabi melakukan demikian. Air zam zam tergantung pada niat orang meminumnya itu, jika berniat disembuhkan penyakitnya insya allah disembuhkan penyakitnya, jika niat ingin kuat hafalan alqur'annya, insya allah, Allah kuatkan hafalannya.
SA'I
- Sa'i adalah berlari-lari kecil sebanyak 7 kali antara bukit shafa dan marwah. lari-lari kecil dari shafa ke marwah dihitung 1 kali putaran, begitu juga sebaliknya dari marwah kembali ke shafa dihitung 1 kali putaran. Sehingga nanti putaran terakhir ( ke 7 ) akan berada di sisi bukit marwah
- Jarak antara bukit safa dan marwah sekitar 400 meter.
- Saat sudah mendekati puncak bukit shafa maka bacalah doa. Do'a ini hanya dibaca sekali saja selama sa'i
- Saat berada di atas bukit shafa maka kita menghadapkan diri ke arah kiblat ( ka'bah ) seraya mengangkat tangan mengucapkan kalimat tauhid, bertakbir 3 kali dan dzikir sebanyak 3 kali dan diantara dzikir itu diselingi do'a sebanyak 2 atau 3 kali. Jadi maksudnya dzikir- do'a - dzikir- do'a- dzikir - do'a. Do'a nya tidak ditentukan apa namun bebas mau berdo'a apa saja.
- Saat berjalan antara bukit shaffa dan marwah ( atau sebaliknya ) boleh bebas berdzikir apa saja, atau berdo'a apa saja, atau membaca alqur'an. Saat sampai ditanda lampu hijau bisa langsung berlari-lari kecil sambil membaca do'a yang diamalkan oleh shahabat sepanjang lampu hijau tersebut.
- Ingatlah selalu untuk do'akan yang pertama untuk diri kita, lalu orang tua, lalu anak dan istri kita,baru yang lainnya.
- Begitu juga ketika sampai di bukit marwah kita melakukan hal yang sama seperti di shaffa yaitu mengucap kalimat tauhid, bertakbir 3 kali, lalu mengucap dzikir 3 kali diselingi dengan do'a bebas 2 atau 3 kali.
- apakah berdzikir dan berdoa harus sampai puncak bukit dahulu ? tidak, jika sudah sampai lerengnya boleh langsung berdo'a dan langsung putar balik ke arah bukit dibelakangnya.
- Jika saat itu jama'ah sa'i cukup padat maka boleh saja langsung balik ( sampai lerengnya ) ke bukit dibelakangnya sambil berusaha berdo'a semampunya.
- Yang disebut lereng bukit itu adalah bila sudah melewati tempat kursi roda/jalur kursi roda
- Sa'i akan berakhr di titik ke 7 yaitu bukit marwah dan disini tidak perlu kita berdzikir dan do'a lagi.
- Tidak mengapa sa'i dalam konsidi batal wudlu, sa'i nya tetap sah
- Setelah selesai putaran ke 7 maka sa'i selesai dan dilanjutkan dengan tahallul yaitu memcukur rambut kepala, disunnahkan untuk menggundul kepala daripada memendekkan rambut karena rasul mendo'akan orang yang menggundul kepalanya saat tahallul sebanyak 3 kali sementara yang memendekkan rambut hanya 1 kali.
- Bagi wanita tahallul dengan memotong beberapa helai dari rambutnya saja dan tidak perlu panjang-panjang ( cukup seruas jari )
- Jika haji kita adalah haji tamattu' dimana kita umroh dulu baru haji maka tahallulnya tidak perlu sampai gundul, cukup dipotong pendek saja karena kita akan perlu rambut lagi saat tahallul haji, maka nanti saja digundulnya saat tahallul haji
- Setelah tahallul ( umroh ) ini maka yang tadinya menjadi haram kini sudah halal lagi termasuk memakai minyak wangi, berhubungan suami istri, dll. Sampai nanti kita menghadapi musim haji tgl 8 dzulhijjah yaitu saat kembali ihram.
Demikian. Allahu a'lam bishawab
sumber : manasik haji dan umroh sesuai sunnah oleh DR. Firanda Andirja LC. MA





0 komentar:
Posting Komentar